
LENSAINDONESIA.COM:
Bupati Trenggalek, Mulyadi Wr memastikan, pembangunan megaproyek
bendungan senilai Rp545 miliar di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu akan
dimulai sekitar Agustus 2013 mendatang. Proyek prestisius itu ditarget
selesai dalam jangka waktu pengerjaan lima tahun ke depan.
“Kalau
proses pembebasan lahan dan tahap relokasi bisa segera dituntaskan dalam
waktu dekat, insya Allah Agustus nanti sudah bisa dimulai
pembangunannya. Doakan saja semua berjalan lancar dan sesuai rencana,”
kata Bupati Mulyadi menjawab pertanyaan wartawan, Selasa (23/04/2013).
Ia
tak mengungkap detail proses relokasi pemukiman warga yang sudah
dilakukan tim pembebasan lahan dengan alasan kewenangan proyek bernilai
ratusan miliar tersebut ada di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)
Brantas.
“Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam kegiatan ini hanya
menjadi fasilitator, lain-lain terkait pembangunan ‘leading sector’-nya
ada di BBWS Brantas,” paparnya.
Meski tak memiliki kewenangan
langsung, Bupati Mulyadi memastikan pemerintah daerah Trenggalek
mengetahui detail kemajuan (“progress”) rencana pembangunan bendungan
yang saat ini telah memasuki tahap “appraisal” atau penyusunan kebutuhan
biaya pembangunan tersebut.
Pemkab Trenggalek dalam hal ini telah
memfasilitasi keseluruhan proses pemberian ganti-rugi lahan dan
bangunan milik 74 KK yang terdampak di dalam area proyek bendungan,
serta skenario relokasi pemukiman dengan bantuan anggaran dari
pemerintah pusat.
“Semua pembiayaan berasal dari pusat. Tahun ini
untuk pembangunan saja telah turun sekitar Rp18 miliar, sementara untuk
pembebasan lahan sekitar Rp5 miliar,” jelasnya.
Pembangunan
bendungan diproyeksikan di wilayah Kecamatan Tugu yang berbatasan
langsung dengan Kabupaten Ponorogo, tepatnya di Desa Nglinggis.
Selain
kontur dan topografi wilayahnya yang memungkinkan dibangunnya sebuah
bendungan berkapasitas besar, risiko konflik ataupun gejolak sosialnya
juga sangat rendah.
Total luas lahan yang dibutuhkan untuk membuat
bendungan tersebut diproyeksikan mencapai 120 hektare lebih dengan
alokasi anggaran mencapai Rp545 miliar.
Pembangunan bersifat berkelanjutan/berkesinambungan (“multiyears”) dengan asumsi antara tahun 2013-2018.
Air
hasil tampungan Bendungan Tugu nantinya akan dialirkan ke Sungai Keser
dan selanjutnya didistribusikan untuk air irigasi, air baku, PLTMH dan
program pengendalian banjir.
BBWS Brantas dalam situs resminya
(http://bbwsbrantas.pdsda.net/) mengungkapkan, rencana pembangunan
Bendungan Tugu telah dijajaki sejak tahun 1984 melalui program
“Preliminary Study of Tugu Dam”.
Setelah itu, serangkaian program
study kelayakan, dampak lingkungan, pengaruh terhadap sosial-ekomoni
masyarakat, analisa dampak lingkungan (AMDAL), hingga detail engineering
design (DED) secara berturut dilakukan pada tahun 1995, 2005, 2007,
2009, 2010, dan 2011.
Tahun ini realisasi pembangunan telah
memasuki tahapan teknis relokasi pemukiman serta penentuan detail
kebutuhan biaya pembangunan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar