Sabtu, 29 September 2012

Puluhan Keluarga Trenggalek Terisolasi Akibat Jembatan Runtuh


Puluhan Keluarga Trenggalek Terisolasi Akibat Jembatan Runtuh - Aktifitas Ekonomi Terhambat, Sekolah Terpaksa Seberangi Sungai - Jembatan Desa Sumberdadi, Kabupaten Trenggalek patah jadi duaJembatan Desa Sumberdadi, Kabupaten Trenggalek patah jadi dua

LENSAINDONESIA.COM: Sedikitnya 30 keluarga dan dua sekolah di Dusun Pakel, Desa Sumberdadi, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, “terjebak” akibat jembatan beton yang menghubungkan dua pemukiman di daerah tersebut runtuh, Jumat (28/9) sore.

Jembatan yang melintang di atas sungai dengan lebar sekitar 15 meter itu patah menjadi dua akibat tak kuasa menahan beban truk bermuatan penuh batu koral melintas di atasnya.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun truk pengangkut batu koral yang ikut jatuh ke dasar sungai sedalam tiga meter itu mengalami kerusakan cukup parah.
“Katanya sopir truk hanya mengalami luka patah atau retak di bagian kaki karena terjepit ‘dasboar’,” tutur Siti Fatimah, istri Kepala Desa Sumberdadi, Kecamatan Trenggalek.
Setelah muatan diturunkan secara darurat, truk diangkat dari dasar sungai dengan cara di derek. Kini di lokasi kejadian hanya terlihat jembatan yang patah menjadi dua bagian dengan posisi menyerupai huruf “V”.
Sejumlah warga menuturkan, kerusakan jembatan berusia 20-an tahun itu menyebabkan akses pertanian dan kehutanan setempat terganggu. Selain itu, puluhan keluarga yang ada di lereng bukit dan berbatasan dengan Desa Sumurub, Kecamatan Bendungan kini nyaris terisolasi.
Hal serupa dialami siswa-siswi dan guru SD Sumberdadi 1 dan TK Dharma Wanita Sumberdadi 1 yang sekolahnya berada di lereng hutan Sumurub. Mereka terpaksa menyeberangi sungai sedalam tiga meter yang kondisinya saat ini sedang mengering.
“Sebenarnya masih ada jalur alternatif dengan jembatan sesek (bambu), tapi jaraknya terlalu jauh. Anak-anak lebih suka sepeda mereka diparkir di samping rumah Mbah Lurah lalu menyeberang turun sungai dan naik lagi diujung sebelah,” kata Wati, tokoh perempuan Desa Sumberdadi.
Pemerintah daerah setempat belum mengkonfirmasi rencana perbaikan ataupun pembangunan kembali jembatan desa yang runtuh tersebut. Namun, sumber di pihak humas mengkonfirmasi bahwa pembangunan jembatan Desa Sumberdadi akan diusulkan dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) 2013.
“Sementara belum ada perbaikan ataupun pembangunan kembali, warga berencana membangun jembatan darurat menggunakan sesek bambu, setelah digelarnya ritual bersih desa di daerahnya,” kata Suyitno, Kepala Desa Sumberdadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar